BARITO KUALA – Kreativitas mahasiswa Politeknik Hasnur (Polihasnur) kembali menorehkan tinta emas di tingkat nasional. Melalui visualisasi data budaya yang apik dan mendalam, Salsabil Salwa, mahasiswa program studi D4 Akuntansi Bisnis Digital Semester 2, sukses menyabet gelar Juara 3 Lomba Infografis pada ajang bergengsi CocoFest 2026.
Kompetisi yang mengusung tema “Eksplor Budaya, Ekspresikan Bangga” ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Biologi (HMJB) UIN Walisongo Semarang secara nasional. Diikuti oleh berbagai universitas dari seluruh Indonesia, Salsabil Salwa berhasil mencuri perhatian dewan juri lewat karya infografisnya yang mengangkat keunikan dan kekayaan "Tanah Banjar" (Kalimantan Selatan).
Sebagai mahasiswa Akuntansi Bisnis Digital, Salsabil mampu mengawinkan kemampuan analisis data dengan estetika desain komunikasi visual. Dalam karya infografis jawaranya, ia merangkum lima pilar utama yang mendefinisikan identitas Kalimantan Selatan:
Kalsel divisualisasikan sebagai "Pulau" Seribu Sungai yang memiliki lebih dari 100 sungai aktif sebagai urat nadi kehidupan. Fokus utamanya menyoroti Pasar Terapung, warisan perdagangan tradisional di atas air yang telah bertahan selama ratusan tahun dan tetap menjadi jantung ekonomi masyarakat lokal.
Infografis ini turut mengenalkan Kota Martapura yang dijuluki sebagai Kota Intan berkat keindahan permata tradisionalnya yang telah menembus pasar internasional. Dari sektor keanekaragaman hayati, maskot kebanggaan Kalsel, Bekantan (Nasalis larvatus), ditampilkan secara ikonik.
Salsabil mengupas sisi historis Kain Sasirangan yang pada awalnya dibuat sebagai sarana medis penyembuhan (di mana warna kain melambangkan jenis penyakit yang diobati). Selain itu, keunikan arsitektur Rumah Bubungan Tinggi ikut dibedah—sebuah mahakarya rumah tradisional yang kokoh berdiri hanya menggunakan sambungan kayu dan pasak, tanpa sebatang paku besi pun.
Data demografi disajikan secara menarik, memperlihatkan harmoni kehidupan dari 4 juta jiwa penduduk yang terdiri dari beragam etnis (Banjar, Dayak, Jawa, Bugis, hingga Madura). Luas wilayah Kalsel yang mencapai ± 38.744 km2digambarkan secara komparatif, di mana wilayah ini ternyata lebih luas dibandingkan negara Eropa seperti Belgia atau Albania.
Sebagai penutup narasi, infografis tersebut menonjolkan karakter asli masyarakat Kalimantan Selatan yang dikenal ramah, sopan santun, amanah dalam menjaga warisan leluhur, serta memiliki kebanggaan tinggi terhadap tradisi mereka.
Keberhasilan Salsabil Salwa di semester awal perkuliahannya ini membuktikan bahwa mahasiswa D4 Akuntansi Bisnis Digital Politeknik Hasnur (Polihasnur) dididik untuk menjadi talenta yang serbabisa. Tidak hanya unggul dalam pengelolaan angka dan keuangan, tetapi juga cakap dalam mengolah informasi rumit menjadi konten digital yang informatif, menarik, dan bernilai jual tinggi.
Prestasi di ajang CocoFest 2026 UIN Walisongo ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika Polihasnur untuk terus mengeksplorasi potensi diri, melestarikan budaya lokal, dan berani bersaing di panggung nasional demi mengharumkan nama Banua.
Selamat atas prestasinya, Salsabil Salwa! Kampus Technopreneur Politeknik Hasnur bangga atas pencapaianmu.