BARITO KUALA – Mahasiswa Politeknik Hasnur (Polihasnur) kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Kali ini, Selma Tiana, mahasiswa program studi D4 Akuntansi Bisnis Digital Semester 6, sukses menyabet gelar Juara 3 Lomba Poster pada ajang bergengsi Accounting Fair 2026.
Kompetisi nasional ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Akuntansi Syariah UIN Sunan Kudus. Bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, Selma berhasil memikat dewan juri melalui karya poster ilmiahnya yang membedah secara mendalam dinamika "Cashless Society" (Masyarakat Tanpa Tunai) di Indonesia.
Sebagai mahasiswa tingkat akhir di prodi Akuntansi Bisnis Digital, Selma mampu menuangkan data keuangan makro ke dalam visualisasi poster yang informatif dan mudah dipahami. Fokus utama posternya mengulas pergeseran perilaku masyarakat yang kini beralih dari uang tunai fisik ke ekosistem digital seperti e-wallet, kartu debit/kredit, hingga mobile banking.
Karya poster tersebut merangkum analisis komprehensif mengenai ekosistem keuangan digital saat ini:
Statistik Terkini yang Fantastis: Menyajikan data riil bahwa volume transaksi pembayaran digital di Indonesia telah meroket tajam hingga mencapai 14,82 miliar transaksi hanya pada Triwulan I tahun 2026.
Akselerator Transformasi: Menjelaskan bahwa lonjakan ini dipicu oleh pertumbuhan teknologi Fintech, kesiapan infrastruktur digital, efisiensi waktu, serta warisan pasca-pandemi COVID-19 yang mempercepat terciptanya contactless economy (ekonomi tanpa kontak).
Pisau Bermata Dua (Dampak vs Risiko): Di satu sisi, cashless society terbukti mendongkrak inklusi keuangan, meningkatkan produktivitas ekonomi, dan ramah pengguna (user friendly). Namun di sisi lain, Selma mengingatkan adanya tantangan nyata seperti kesenjangan digital (digital divide), ancaman keamanan data, hingga perilaku belanja impulsif masyarakat.
Tidak hanya menyajikan data dan masalah, nilai plus dari poster karya mahasiswa Polihasnur ini adalah hadirnya solusi taktis bagi masyarakat. Selma merumuskan sebuah strategi yang disebut "AMAN" sebagai panduan navigasi di era finansial digital:
A - Awareness Digital: Terus mengedukasi dan meningkatkan kesadaran literasi digital masyarakat.
M - Monitoring Sistem: Pengawasan ketat pada setiap lalu lintas transaksi demi meminimalisir kejahatan siber (cybercrime).
A - Akses Eksklusif: Mengakselerasi dan memperluas jangkauan infrastruktur teknologi keuangan agar merata.
N - Navigasi Finansial: Mengajak pengguna untuk tetap bijak, adaptif, dan kontrol diri dalam mengelola keuangan digital.
Keberhasilan Selma Tiana di ajang Accounting Fair 2026 UIN Sunan Kudus ini menjadi bukti nyata kualitas pendidikan di Politeknik Hasnur (Polihasnur). Kurikulum D4 Akuntansi Bisnis Digital terbukti sukses melahirkan lulusan yang tidak hanya mahir dalam pencatatan akuntansi konvensional, melainkan juga tajam dalam menganalisis tren teknologi finansial (Fintech) masa kini.
Segenap civitas akademika Politeknik Hasnur mengucapkan selamat atas pencapaian luar biasa ini. Semoga prestasi berskala nasional ini dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi, meneliti, dan membawa nama harum kampus Technopreneur di kancah nasional.